Informasi Dalam Manajemen Perusahaan.

17Nov10

Di dalam dunia bisnis yang sudah sangat maju dan pesat seperti sekarang ini. Teknik pengelolaan atau manajemen yang di ambil harus lah tepat dan efektif pada suatu perusahaan. Dalam penerapannya, manajemen yang tepat tentu akan menyuksekan langkah perusahaan dalam memimpin persaingan dengan perusahaan lain. Oleh karena itu di butuhkan sebuah sistem manajemen informasi pada suatu perusahaan (Corporate Information Management). Sistem manajemen informasi perusahaan erat kaitannya dengan system penunjang keputusan dimana system ini dapat membantu sebuah perusahaan terutama pimpinan (Manager) dalam pengambilan keputusan-keputusan yang tepat ataupun keputusan dalam suatu permasalahan didalam perusahaan tersebut.

Berdasarkan komponennya :

  • Manajer memiliki area kerja yang luas dalam mengelola usahanya. (Mengamati barang dagangan, ruang, arus produksi, arus pelanggan dll)
  • Manajer membutuhkan informasi dengan bentuk berbagai model laporan/tampilan informasi uuntuk mencerminkan kondisi fisik perusahaan.
  • Sumber daya yang dikelola Manager : Manusia, Material, Mesin(Fasilitas & Energi), Uang dan Informasi (Data)

Empat jenis sumber daya pertama merupakan sumber daya fisik (berwujud,dapat disentuh). Sedangkan sumber daya yang kelima merupakan sumber daya konseptual (memiliki nilai dari    apa yang diwakili buka bentuk wujud)

Sistem informasi dalam proses manajemen perusahaan.

Dalam sebuah manajemen perusahaan terdapat empat teknik atau proses yang meliputi :

  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Kepemimpinan
  • Pengendalian

Dari keempat teknik tersebut, diperlukan sebuah Sistem Informasi sebagai penunjang atau pendukung empat teknik tersebut yang juga bisa disebut sebagai proses manajemen. Sistem Informasi mengalirkan informasi dengan lancer agar proses dari keempat teknik tersebut dapat berlangsung secara berkesinambungan dan teratur dalam sebuah perusahaan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Informasi memang lah hal penting dalam sebuah perusahaan atau bisa dibilang Informasi adalah Urat Nadi Perusahaan. Dengan informasi perusahaan dapat mengetahui tuntutan konsumen yang berbeda-beda, mengetahui keinginan keluhan ataupun memantau pergerakan pasar, pesaing, pemasok dan pertumbuhan konsumen, dengan begitu menuntut perusahaan untuk memperhatikan dan mengelola informasi yang mengalir baik dalam maupun luar lingkungan perusahaan. Informasi dalam lingkungan berupa kondisi perusahaan, persediaan barang, pemasaran, mobilitas, pertumbuhan SDM, keuangan dll.

Tanpa informasi, perusahaan tidak dapat beroperasi dengan lancer dan mengambil keputusan manajerial secara objektif karena perusahaan tidak tahu pasti kondisi dilapangan.

CIM ( Corporate Information Management )

CIM (corporate information management) atau Manajemen Informasi Perusahaan. Dari beberapa pengertian yang saya dapat, disimpulkan sederhana bahwa CIM merupakan suatu sistem berbasis computer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standatar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi.

Terdapat 6 dimensi dalam CIM ini, yaitu :

1.   Pembentukan strategi

Perusahaan dihadapi dengan kumpulan informasi yang dihasilkan dari informasi-informasi luar. Kekayaan potensi untuk mengidentifikasi kecenderungan perubahan. Manajemen informasi perusahaan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi sumber-sumber informasi eksternal yang terpercaya dan relevan dan membangun sistem kesadaran dan respon yang memungkinkan perusahaan memantau perkembangan dan memberikan tindakan yang sesuai dari informasi yang didapatkan.

2.   Perencanaan untuk Kebutuhan masa depan

Perubahan telah menjadi bagian yang wajar dari bisnis. Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk merubah cara bisnis mereka bahwa akan ada kebutuhan informasi yang baru juga. Sebuah bisnis baru perlu diperhatikan dan memerlukan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Inisiatif strategi baru juga membawa banyak risiko. Maka dari itu, kunci keberhasilan pelaksanaan inisiatif strategis adalah terlabeh dahulu merencanakan untuk mendapatkan informasi yang baru.

3.   Meningkatkan nilai utilitas informasi yang tersedia

Bisnis didukung oleh siklus hidup informasi. Nilai utilitas informasi didasarkan pada apakah informasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses operasional. Utilitas merupakan fungsi dari relevansi, akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu dimana informasi ini tersedia pada saat dibutuhkan. Pada dasarnya manajemen informasi perusahaan menjamin keterhubungan antara bisnis dan teknologi informasi untuk memastikan bahwa informasi yang tersedia untuk kelancaran proses bisnis.

4.   Menghilangkan informasi yang berlebihan

Keburukan dari era informasi adalah kelebihan informasi. Di hampir setiap perusahaan masih ada software yang bekerja dan membuat laporan yang berlebihan. Seharusnya dapat mendefinisikan mana informasi yang dibutuhkan dan mana yang tidak dibutuhkan. Dengan pengurangan informasi yang tidak perlu dapat mengurangi biaya teknologi informasi yang sia-sia.

5.   Memastikan kepatuhan terhadap undang-undang

Legislasi menuntut bahwa suatu perusahaan harus melindungi informasi klien dari penyalahgunaan. Undang-undang lainnya untuk mengamankan hak pemegang saham mendapatkan informasi yang berkualitas. Manajemen Informasi Perusahaan harus terus menerus memastikan bahwa semua langkah berada di jalur nya dengan mematuhi undang-undang yang ada.

6.   Meningkatkan laba atas investasi di teknologi informasi

Pengembalian investasi menunjukkan peningkatan jumlah pendapatan yang dihasilkan, penurunan biaya teknologi informasi dan pengurangan risiko bisnis. Manajemen informasi perusahaan memastikan bahwa setiap potensi sumber daya teknologi informasi adalah sepenuhnya dieksploitasi oleh bisnis. Sebuah value driver utama bagi manajemen informasi perusahaan adalah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh informasi di perusahaan dengan memastikan bahwa informasi yang cukup terlindung dari penyalahgunaan.

Komponen Dalam CIM / Corporate information Management

Dalam penerapannya, CIM terbagi dalam 2 komponen. Komponen ini merupakan isi dari sebuah CIM. Dipakai untuk mengumpulkan informasi informasi, mengolah data dan yang berguna bagi perusahaan.

Komponen fungsional CIM:

  • Administrasi dan Operasional : melakuka kegiatan rutin prosedur yang ada
  • Database : penyimpanan informasi dan data
  • Pelaporan manajemen : penyampaian laporan secara periodik
  • Sistem Pencarian : bentuk informasi secara tak terstruktur
  • Manajemen Data : menghubungkan komponen dengan database yang ada.

Komponen Fisik CIM :

  • Hardware dan Software : perangkat umum yang digunakan perusahaan
  • Database : media yang digunakan sebagai penyimpan data dan informasi
  • Prosedur pengoperasian : instruksi operasional
  • Personalia pengoperasian : Personil dalam perusahaan.

ERP (Enterprise Resource Planning)

Sebuah Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem aplikasi berbasis komputer yang terintegrasi yang digunakan untuk mengelola sumber daya internal dan eksternal, termasuk aset berwujud, sumber daya keuangan, bahan, dan sumber daya manusia. Tujuannya adalah untuk memudahkan aliran informasi antara semua fungsi bisnis di dalam batas-batas organisasi dan mengelola hubungan dengan stakeholder di luar. Dibangun di database terpusat dan biasanya menggunakan platform komputasi yang umum, sistem ERP mengkonsolidasikan seluruh kegiatan usaha ke lingkungan yang seragam dan sistem enterprise-wide.

Suatu sistem ERP bisa berada pada server terpusat atau akan didistribusikan ke seluruh hardware modular dan unit perangkat lunak yang menyediakan “jasa” dan berkomunikasi pada jaringan area lokal. Desain didistribusikan memungkinkan bisnis untuk merakit modul dari vendor yang berbeda tanpa perlu untuk penempatan beberapa salinan sistem komputer yang kompleks dan mahal di daerah-daerah yang tidak akan menggunakan kapasitas penuh.

CRM (Costumer Relationship Management)

CRM adalah strategi yang diterapkan secara luas untuk mengelola interaksi suatu perusahaan dengan pelanggan, klien dan prospek penjualan. Ini melibatkan penggunaan teknologi untuk mengatur, otomatis, dan sinkronisasi proses bisnis-terutama kegiatan penjualan, tetapi juga orang-orang untuk pemasaran, layanan pelanggan, dan dukungan teknis. Tujuan keseluruhan adalah untuk menemukan, menarik, dan menang klien baru, memelihara dan mempertahankan perusahaan yang telah memiliki, menarik klien mantan kembali ke flip, dan mengurangi biaya pemasaran dan pelayanan klien Customer relationship management menjelaskan. Perusahaan -strategi bisnis yang luas termasuk departemen antarmuka pelanggan serta departemen lainnya.

SCM (Supply Chain Management)

SCM adalah seperangkat pendekatan untuk mengefisienkan integrasi supplier, manufaktur, gudang dan penyimpanan, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, untuk meminimasi biaya dan memberikan kepuasan layanan terhadap konsumen (simchi-levi ). Definisi oleh the Council of Logistics Management :

Supply Chain Mangement is the systematic, strategic coordination of the traditional business functions within a particular company and across businesses within the supply chain for the purpose of improving the long-term performance of the individual company and the supply chain as a whole”. Perusahaan yang berada dalam supply chain pada intinya memuaskan konsumen dengan bekerja sama membuat produk yang murah, mengirimkan tepat waktu dan dengan kualitas yang bagus. Apabila mengacu pada sebuah perusahaan manufaktur, kegiatan-kegiatan utama yang masuk dalam klasifikasi SCM adalah :
a. kegiatan merancang produk baru (product development ) – kegiatan mendapatkan bahan baku (procurement)

b.kegiatan merencanakan produksi dan persediaan ( planning and control ) – kegiatan melakukan produksi ( production )

c.kegiatan melakukan pengiriman ( distribution Ukuran performansi SCM :
1. Kualitas (tingkat kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, ketepatan pengiriman)
2. Waktu (total replenishment time, business cycle time)
3. Biaya (total delivered cost, efisiensi nilai tambah)
4. Fleksibilitas (jumlah dan spesifikasi) SCM juga bisa diartikan jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke hilir (downstream), dalam proses yang berbeda dan menghasilkan nilai dalam bentuk barang/jasa di tangan pelanggan terakhir (ultimate customer/end user). Berikut adalah gambar model supply chain (A. T. Kearney, 1994)

Sumber :
http://www.wikipedia.com
http://www.teknik.ums.ac.id
http://www.lecturer.eepis-its.edu
http://www.dod.gov


No Responses Yet to “Informasi Dalam Manajemen Perusahaan.”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: